Posted by: phil0s0phia | April 3, 2009

Strategi Designer untuk membina hubungan dengan client

Inilah beberapa Strategi Designer untuk membina hubungan dengan klien.


1. Mengetahui peran

Perlu diingat bahwa client lebih mengetahui produk & layanan mereka dibanding kita, mereka lebih menguasai apa yang mereka kerjakan namun seringkali mereka tidak mengetahui bagaimana cara meng-komunikasikan produk dan layanan mereka terhadap konsumen, disinilah peran dan posisi kita sebagai designer datang untuk membantu mereka.

Untuk mengambil langkah paling efektif adalah kita sebagai designer mengerti pokok permasalahan dan benar-benar mengerti apa yang perlu dikomunikasikan.

Sebagai permulaan dan menjadi prioritas adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi tentang perusahaan, produk, layanan, juga calon audiens dan alasan kenapa kita dan karya kita diperlukan. Semakin banyak informasi tentang perusahaan kita serap maka kita akan semakin siap dan design kita akan lebih cepat juga diterima.

Dengan meluangkan waktu mengumpulkan informasi tentang perusahaan, kita juga sekaligus berbagi pengetahuan dengan clien dan mengajak clien ikut berpartisipasi dengan project yang kita kerjakan. Ini suatu hal yang baik ketika clien merasa dilibatkan dalam proses maka akan semakin percaya dengan hasil karya kita.

2. Bekerjasama dengan clien yang tepat.

“If you try to please everyone, you won’t please anyone”

Setiap client tidaklah selalu tepat untuk kita, adalah tugas kita untuk memastikan bahwa suatu project cocok atau tidak untuk kita sebagai designer, kita tidak bisa memaksakan diri untuk selalu siap untuk segala jenis project, jika kita memaksakan bukan Cuma hasil kerja kita akan terlihat kurang baik juga kita akan kehilangan banyak uang.

Ingatlah prinsip yang diperkenalkan oleh Vilfredo Pareto (dikenal juga dgn prinsip 80-20); 80% output akan dihasilkan dari 20% input, dengan kata lain kita akan mendapatkan 80% income dari 20% clien, jadi fokuslah dengan klien yang baik dan tepat saja dan tinggalkan yang tidak baik dan tidak tepat, tetaplah percaya diri dengan kekuatan dan kelebihan kita, tidak perlu khawatir kita melewatkan 1 atau 2 project, 1 atau 2 clien.

Sekali lagi, kita tidak harus mengambil setiap project yang datang ke meja kita dengan memilih project yang tepat lambat laun akan terbangun image dan reputasi kita dan akan menarik perhatian calon clien potensial, konsekuensinya kita akan mendapatkan harga yang pantas untuk hasil karya kita.


3. Pendekatan komunikasi ala Zen.

Filosofi Zen mengajarkan kita untuk melakukan pendekatan dengan pola pikiran awam terhadap setiap hal, kita harus berusaha untuk memposisikan diri kita berada dibawah client dengan demikian kita akan lebih cepat mengerti apa yg client inginkan, dengan menggunakan bahasa awam client akan lebih cepat memahami apa yang kita sampaikan.

Namun mengadopsi pola pikir awam tidak semudah kita berbicara mengebu-gebu soal istilah-istilah design, namun kita tetap harus berusaha untuk melakukannya yaitu berkomunikasi menggunakan bahasa yang umum, tanpa menduga-duga dan tanpa mengambil kesimpulan berdasarkan pendapat kita sebelumnya. Tanpa semua itu kita akan dipaksa bertanya berulang-ulang terhadap clien.

4. Menyimak apa yang tidak diucapkan.

The most important thing in communication is to hear what isn’t being said.”Peter F. Drucker

Yang dikatakan clien : Bisa gak teks-nya dibuat lebih besar?

Mungkin yang dimaksud clien : Font-nya agak sulit dibaca, bagaimana menurut anda?

Ketika berhadapan dengan clien yang meminta perubahan design, terutama clien yang tidak mengerti soal design, ini penting buat kita untuk menyimpan ‘ego designer’ kita. Apa yang kita butuhkan adalah betul-betul mengerti apa maunya clien. Sebelum memulai merevisi, rehat sejenak dan mintalah clien untuk menjelaskan aspek apa saja yang belum terpenuhi sehingga design yang kita ajukan belum memenuhi target yang diharapkan.

Inilah beberapa tips yang bisa menolong kita untuk bisa mengerti apa yang clien maksudkan :

– Bertanyalah secara terus terang dan jelas, hindari memulai pertanyaan yang akan menimbulkan argumen.

– Gunakanlah bahasa dan istilah umum, jangan menggunakan bahasa designer.

– Gunakanlan jawaban Ya atau Tidak untuk menggiring clien mempertegas apa yang dimaksud.

– Terimalah kritik dengan lapang dada, tidak ada clien yang menyukai designer yang terlalu sensitif.

Dengan lebih berfokus terhadap target daripada pelaksanaan, clien akan mengerti dan merasa bahwa mereka mengunakan kreatifitas kita untuk keuntungan mereka, bukan hanya untuk mendapatkan uang dari mereka.

5. Kerjakanlan apa yang harus dikerjakan tapi jangan abaikan kontrak kerja.

Kita seringkali menghadapi situasi dimana kita harus mengerjakan melebihi kontrak yang disepakati, jika menghadapi situasi demikian, inilah beberapa pilihan langkah yang bisa dilakukan:

– Kerjakanlah apa yang clien inginkan tetapi perlu ditegaskan hanya sekali ini saja kita melakukannya,

untuk kedepannya kita hanya mengerjakan sesuai kontrak yang telah disepakati.

– Menolak untuk mengerjakan dan tetap berpegang pada kontrak.

– Mencoba bernegosiasi ulang untuk merubah kontrak atau membuat kontrak baru sebelum kita

mengerjakannya.

Memang tidak ada satupun langkah yang paling tepat untuk segala situasi, ketika situasi berbeda, berbeda pula langkah yang harus diambil.

Seringkali terjadi clien meminta terlalu banyak revisi sehingga kita banyak kehilangan waktu dan butuh beberapa jam tambahan bahkan hari untuk melaksanakannya, menghadapi situasi demikian kita harus berbicara dengan clien dan menyatakan bahwa kita akan sangat senang sekali untuk membantu tetapi ini membutuhkan banyak waktu dan komitmen, sementara tugas dari clien lain juga sedang menunggu kita.

Ketika kita terpaksa harus melakukannya kita layak mendapat fee tambahan, namun ketika clien merasa membayar kita terlalu mahal, inilah salah satu clien yang harus kita tinggalkan.

6. Akuilah ketika melakukan kesalahan dan segera lakukan perbaikan.

Kesalahan adalah wajar tapi janganlah lalu menjadi kebiasaan. Semakin cepat kita menyadari kesalahan semakin cepat pula kita memperbaikinya maka dikemudian hari kesalahan-kesalahan yang sama tidak akan terulang.

Dengan membiarkan kesalahan dibiarkan terlalu lama maka akan melahirkan kesalahan yang baru dan akan semakin sulit diperbaiki.

Clien memang kurang senang dengan kesalahan yang kita lakukan tapi akan sangat senang dan menghargai kejujuran dan keterus-terangan kita.

Hampir semuanya bisa kita katakan sebagai masalah yang umum dan sebagian besar bisa dengan mudah untuk dihindari terutama jika kita terus berusaha untuk membina komunikasi dengan clien.

Perlu diingat, clien janganlah dianggap sebagai beban, clien adalah berkah. Namun Kerjasama yang dibina haruslah tetap saling menguntungkan. Kita dibayar untuk mengerjakan pekerjaan yang kita cintai dan clien membayar kita untuk mandapatkan hasil karya kita yang bukan hanya indah tapi juga fungsional.

Sumber : smashing magazine, Wikipedia, dll

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: